Katamu, aku adalah tempat sampah Tempat orang-orang membuang segala sumpah serapah dan keluh kesah aku harus tetap lapang meski over limit dan terjepit hanya padamu aku menjerit saat terjepit terinjak terompah terbuat dari emas menggigil sendirian di sudut ruang dilarung cemas menggilas aku seperti gudang tempat kata-kata tak layak pakai dan penuh caci maki katamu aku bisa mati rasa apa aku bisa? Tak merasakan apa-apa? bingung kala membuka mata, dimana? Ina? Negeri singa atau negeri sakura semua rancu karena jelaga pundak mungilku penuh beban lelah mengikuti dan menyeret ambisi mereka menjadi boneka lalu saat aku terseok hampir tersungkur rengkuhmu menabur, menghambur, dan kita saling berpeluk peluh dalam pilu melebur dalam cinta yang semu sudut bumi, 09 Februari 2024 Terkadang lingkungan yang membentuk kita