PROSA Kita adalah sepasang kekasih di bawah mercusuar Digulung ombak yang menghempas karang Mereka bilang mercuasuar adalah navigasi Tempat petunjuk bermuara agar tak sesat peta Tapi bagi kita? Tetap meraba-raba tanpa netra Kita buta? Atau dibutakan? Ataukah terlalu silau oleh suar? "Cerawat itu tak terawat, Kak. ia tak selegendaris Pharos di Alexandria, yang ditulis oleh Jia Dan. Tapi ia adalah satu-satunya cahaya yang kita punya selain mata hati kita." itu katamu Dan impian kita di bawah bantal pun ditertawakan tungau yang tergelak-gelak dalam bahak. Atau debu tebal yang menutup ubin bekumu membuatmu surut melangkah. Jejakmu pasti terlihat jelas karena sapumu telah patah untuk sekedar menyapu. Dan aku hanya mampu melihat dari jauh. Di antara tabung-tabung reaksi. Kita diam tanpa aksi. Mengais serpihan mimpi dari para penari bertangan besi. Yang haus akan validasi, ambisi dan obsesi. Kolaburasi Vega dan Wahyuni Sudut sunyi bumi, 13 Februari 2024
Katamu, aku adalah tempat sampah Tempat orang-orang membuang segala sumpah serapah dan keluh kesah aku harus tetap lapang meski over limit dan terjepit hanya padamu aku menjerit saat terjepit terinjak terompah terbuat dari emas menggigil sendirian di sudut ruang dilarung cemas menggilas aku seperti gudang tempat kata-kata tak layak pakai dan penuh caci maki katamu aku bisa mati rasa apa aku bisa? Tak merasakan apa-apa? bingung kala membuka mata, dimana? Ina? Negeri singa atau negeri sakura semua rancu karena jelaga pundak mungilku penuh beban lelah mengikuti dan menyeret ambisi mereka menjadi boneka lalu saat aku terseok hampir tersungkur rengkuhmu menabur, menghambur, dan kita saling berpeluk peluh dalam pilu melebur dalam cinta yang semu sudut bumi, 09 Februari 2024 Terkadang lingkungan yang membentuk kita
I like kakak😍❤️
BalasHapusTerima kasih untuk semua dukungan♡🙏
HapusBayang yang dijamahi pasti seseorang yang sangat berarti🤧
BalasHapusPaling suka ini, karena sangat dalam.
BalasHapus